BAYANG AWANG
Pantul sinar datar mengambang
tak pijak palung yang lama mengubang
Kakikupun kian merambah awang....
berdiri limbung setengah pincang....
sembari gumamkan pinta usang
tentang langkah yang sudah diujung jurang
bertahan pada cinta yang terpegang
tak ingin sendiri melayang....
hidupku hanya menanti hentinya adzan brkumandang...
dalam lara yang masih setia magang
berdiam menunggu putusan sang Hyang.....
bahwa esok masih sisakan sinar terang.....
dari gurauan sekawanan gemintang
yang setia berdendang tanpa kendang...
meski kelam menghadang
Ku harus tetap tersenyum penuh hati telanjang
'tuk jelang biang segala biang...
.....menang dan tenang....
Agar kelak lelapku tak sesakit yang kubayang...
~Enry Sulistyorini~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar